• 4 dive center di Bali: Amed - Pemuteran - Lembongan - Tulamben

    Dive Concepts Bali menyelam dari 3 pusat: Tulamben: Liberty wreck, Pemuteran: Menjangan Marine Parc, Pulau Nusa Lembongan: Manta rays dan Mola Mola

  • Bali Safaris: menyelam kelas internasional

    Lebih dari satu hari atau lebih, kami akan membawa Anda pada penemuan semua tempat menyelam terbaik di Indonesia. Macro diving, Manta rays, Mola Mola.

  • Safari: 15 penyelaman, 5 x 3 pusat dari 350 €

    Dengan safari ini, Anda menyelam di 3 dari 4 wilayah terbaik di Bali dengan kecepatan Anda sendiri: Menjangan - Tulamben - Nusa Lembongan - Amed .

Dive Concepts > Blog > Apakah laut kita di jurang kepunahan?

Berita tentang Dive Concepts

Berita terdahulu dan info tentang dive concepts

Apakah laut kita di jurang kepunahan?

Sudah Terkirim 24 févr. 2014 di 20:24 (terlihat 2868 times)

Banyak artikel dan blog muncul ke permukaan belakangan ini;penelitian berikut dilakukan oleh The International Program on the State of the Ocean. Singkat kata, 27 peserta dari 18 organisasi di 6 negara menghasilkan kebijakan penting dari ancaman laut dan dampaknya ke laut dan  di kehidupan manusia dan kerusakan perlintasan laut. Kenyataan yang niris bahwa samudera laut berada di level resiko tinggi memasuki fase kepunahan akan spesies biota laut yang tidak pernah ada di sejarah manusia. Mereka menyimpulkan bahwa topik seperti penangkapan ikan besar-besar an,polusi dan perubahan iklim terjadi berbarengan yang belum terdeteksi sebelumnya.

Pertama,lihat gambar dibawah.Ekspresi umum yang kadang di gunakan di Inggris adalah "banyak ikan di laut",tetapi pada kenyataannya,apakah ini menjadi sebuah masalah?pada grafik ini,diambil dari sebuah artikel yang disebut "kita sudah makan semua ikan di laut" di publikasikan oleh Business Insider.Penulis berpatokan pada penangkapan tahunan ikan atlantik Utara yang sangat terkenal selama setengah abad di masa lalu,dan diperkirakan merubah populasi ikan selama ratusan tahun.

Seperti yang anda lihat,hasilnya mencengangkan.Penangkapan ikan besar-besaran secara dramatis menurunkan persentase yang besar akan jumlah ikan,dan sekalipun di wilayah yang secara harfiah padat akan ikan sekarang menurun bahkan nanti tidak ada sama sekali.

       " Kami anggap akibat kumulatif dari yang diperbuat oleh manusia kepada laut,impli

         kasinya menjadi sangat buruk dibanding yang telah kita sadari dari sudut pandang

         individu " Alex Rodger

Di totalkan,lebih dari setengah terumbu karang dunia dirusak oleh para nelayan.Penanggulangan masalah terhadap penangkapan ikan dan populasi dapat membuat terumbu karang menjadi sehat,tetapi hanya untuk sementara. penangkapan ikan berinterval waktu akan mudah tergantikan oleh alam dalam menanggulangi metode kepunahan ikan yang ekstrem dengan cara penangkapan ikan dengan dinamit/bom yang membunuh ikan-ikan,yang ikut meledakkan jajaran terumbu karang menjadi pecahan.Ancaman besar lain adalah polusi yang dibawa dari sungai,pengembangan daerah pesisir,dan perubahan iklim.Jika proyeksi iklim menjadi kenyataan,pada tahun 2030 kira-kira setengah dari terumbu karang dunia akan mengalami luka di setiap tahunnya-mencapai 95 % pada tahun 2050an.

Beberapa bahan penyebab polusi,sebagai contoh adanya bahan-bahan plastik diatas permukaan yang sekarang juga ditemukan di dasar laut.Peningkatan bahan-bahan berpolusi ini akan dikonsumsi oleh ikan-ikan di dasar laut.Partikel plastik juga membantu perpindahan ganggang laut dari satu tempat ke tempat lain.Meningkatkan perkembangan ganggang laut beracun-yang juga berakibat tercemarnya pada laut yang kaya akan nutrisi yang juga berakibat pada kesuburan dasar laut.

Dalam upaya penyelesaian masalah,IPSO menyarankan untuk melakukan tindakan secepat mungkin dan poin-poin nya adalah :

  • Menghentikan eksploitasi penangkapan ikan,dengan menitik beratkan di laut dalam dimana peraturan harus sedikit lebih diefektifkan.
  • Pemetaan dan kemudian mengurangi bahan-bahan penyebab polusi termasuk plastik, bahan organik pertanian dan limbah manusia.
  • Membuat penurunan yang tajam akan efek rumah kaca(emisi gas).

Level CO2 sekarang sangat tinggi, cara menghilangkan gas ini keluar dari atmosfer perlu dilakukan penelitian secepatnya. Teknik ini harus segera dikembangkan tanpa menggunakan teknik,seperti fertilisasi zat besi, yang banyak mencemari CO2 di laut.

        "Tantangan di masa yang akan datang pada laut/samudera sangatlah banyak;tetapi tidak

          seperti generasi sebelumnya,kita tahu semuanya sekarang akan terjadi" Dan Laffoley.

Artikel Sebelumnya
« Musim ikan Mola-mola akan tiba
Artikel selanjutnya
eCard baru PADI untuk smartphone »